WELCOME!

WELCOME STALKERS ! HAPPY READING ^^

Jumat, 01 Juli 2016

My Crush is You



Oleh : Afifatur Rohmah

Langit sore itu nampak tak mendukung sama sekali, nampak kelabu dan menghitam disertai dengan rintik hujan dingin yang sangat tak bersahabat. Disalah satu sudut jalan salah seorang pelajar kelas 2 di SMP Bangkit Nusa Bandung, Alesya namanya.
“Aduh, hujan lagi..bakalan telat nyampe rumah kalo gini caranya.” Keluh kesah seorang gadis itu. Berdiri sendiri didepan toko buku Tua memang bukan keinginannya apalagi dengan ditemani derasnya hujan yang mendinginkan badan. Beberapa menit kemudian salah seorang pemuda seumuran dengannya turun dari mobil yang dikemudikannya sendiri. Tubuhnya tinggi,putih dan cool mungkin menjadi daya pikat untuk wanita disekelilingnya. Termasuk Alesya yang mulai terpana dengan pesonanya.
“Hai, kamu pelajar Bangkit Nusa ya? Kog baru pulang ?” Tanya pemuda itu tiba-tiba.
“Ehhmm...iya, tadi ada jam tambahan jadi pulang agak telat.” Jawab Felish dengan memberikan senyum mengembangnya.
“Oh iya, aku Rully. Kebetulan aku baru di Bandung untuk HomeScholling. Nama kamu siapa ?” Tanya Pemuda bernama Rully sambil menyodorkan tangannya ke Ale.
“A..aa..Aku Alesya, panggilnya Ale aja..hehe..senang bisa kenal kamu, oh iya hujannya udah reda aku pulang dulu ya, takut dicariin mama ntar. Bye!”
Rully hanya membalasnya dengan lambaian tangan dan senyumnya, ia yang berniat mengantar Ale nampaknya masih canggung karena baru mengenal.

Pertemuan itu membuat Alesya tak berhenti tersenyum mengembang, bahkan jantung yang semula diam akan berdebar saat menyebut nama “Rully” di hatinya. Entah apa dirasa tak wajar ini, Ale pun merasakan baru pertama kalinya memiliki rasa ini. Lain tempat lain waktu, dalam keadaan lain sosok Ale pun semakin terngiang di dalam fikiran dan sanubari Rully, ia tak mampu mengartikan tentang hati yang mulai tak karuan. Apa ini cinta ? Aku nggak pernah ngerasain ini sebelumnya ? Apa mungkin ini Cinta Pandangan Pertama ? Ahh..... kata-kata itulah yang kini mulai terbesit dikeduanya.
Tiba di Toko Buku itu lagi, pertemuan seminggu lalu terulang kembali.
            “Alesya..khan ? Wah..kita ketemu lagi, gimana kabar kamu ?” ucap Rully dengan nada akrab.
            “Iya, Rul. Baik kog. Alhamdulillah. Kamu gimana ? masih HomeScholling juga ya ?” Tanya Alesya basa-basi.
            “Ehhmm..Ya begitulah, oh iya kita ngobrol di danau aja yuk biar lebih nyaman. Dan ada hal penting juga yang pengen aku ungkapin ke kamu Sya.” Kata Rully, menggandeng tangan Alesya dan mengajaknya ke Danau tempat favoritnya.

            Didanau...
            “Kamu mau ngomong apa Rul,?” Tanya Ale yang semenjak pergi tadi jantungnya serasa ingin lepas karena degupannya yang teramat keras.
            “Ehmm... Gimana ya ? aku susah juga ngomongnya Sya. Ehhmm..Aku..”
            “Ngomong aja Rully, kamu nggak papa?”
            “A..kuu..A..ku.. Aku Sayang Kamu Sya!” kata Rully dengan mempererat genggaman tangannya dengan Alesya.
            “Hah ? Rully, jangan bercanda deh, yaa kita memang baru kenal. Tapi aku juga tahu, kalo kamu sekarang pasti lagi bercanda khan ?” Pinta Alesya dengan nada tak percaya, karena sosok yang didambanya mengungkapkan isi hatinya.
“Aku serius Sya, aku sayang kamu. Dan aku mau kamulah yang terakhir dihidupku. Kita memang baru 2 kali ini bertemu, tapi aku ngerasain hal yang berbeda saat mengingatmu, Sya! Aku bener-bener Jatuh Cinta sama kamu.” Kalimat panjang itu terungkap dari Rully, entah apa saja yang telah di ungkapkan, namun itulah yang membuatnya lega sekarang.
“Sebenarnya, aku juga sayang sama kamu..tapi .... “  Pinta Alesya yang sedikit ada keraguan, entah hal apa yang sedang ia sembunyikan.
“Tapi apa Sya ? kamu juga sayang khan sama aku ? makasihh...Alesya, aku nggak mau kehilangan kamu.” Kata Rully yang entah mengapa dia serasa tak siap untuk hidup tanpa Alesya disampingnya. Alesya hanya membalas ungkapan Rully dengan senyuman manis dan anggukannya. Ia tersadar bahwa Rully adalah Cinta pertamanya. Namun seketika itu juga air mata Alesya keluar perlahan. Ia tak tahu apa yang ia rasakan, mungkin kah sebuah rahasia besar yang sedang ia sembunyikan ?
3 bulan pertama hubungan mereka nampak harmonis dengan segala kasih sayang yang ditumpahkan Rully kepada kesayangannya Alesya. Sikap saling melindungi, dan percayalah benteng keduanya. hanya kebahagiaan diantaranya. Rully yang selalu menghujani harian Ale dengan dentingan piano putih, dan suara Ale yang merdu bersenada, menambah keserasian.
Namun, segalanya berubah seketika. Saat Alesya memutuskan untuk pergi. Tanpa isyarat untuk Rully. Ale hanya meninggalkan secarik kertas yang mengungkapkan dirinya akan pergi untuk berobat ke Singapura. Dan ternyata Rahasia besarnya adalah tentang Penyakit Kanker Getah Bening yang mulai memakan hidupnya, sampai pada akhirnya harus memutuskan hubungannya dengan Rully dan pergi untuk berobat entah kapan ia kembali. “Jaga dirimu baik-baik. Aku sayang kamu bee” hanya penggalan kalimat itulah yang selalu terngiang difikirannya. Dan kini, Alesya menghilang bak ditelan bumi. 3 bulan yang indah itu tak akan pernah ia lupakan, tentang hujan, Toko Buku, Senyumannya, dan Surat terakhir kali...terutama Cinta SMP yang terkesan Monyetnya.

-SEKIAN-

Tidak ada komentar: