Oleh : Afifatur Rohmah
Langit sore itu nampak tak mendukung sama sekali, nampak kelabu dan
menghitam disertai dengan rintik hujan dingin yang sangat tak bersahabat. Disalah
satu sudut jalan salah seorang pelajar kelas 2 di SMP Bangkit Nusa Bandung,
Alesya namanya.
“Aduh, hujan lagi..bakalan telat nyampe rumah kalo gini caranya.” Keluh
kesah seorang gadis itu. Berdiri sendiri didepan toko buku Tua memang bukan
keinginannya apalagi dengan ditemani derasnya hujan yang mendinginkan badan.
Beberapa menit kemudian salah seorang pemuda seumuran dengannya turun dari
mobil yang dikemudikannya sendiri. Tubuhnya tinggi,putih dan cool mungkin
menjadi daya pikat untuk wanita disekelilingnya. Termasuk Alesya yang mulai
terpana dengan pesonanya.
“Hai, kamu pelajar Bangkit Nusa ya? Kog baru pulang ?” Tanya pemuda itu
tiba-tiba.
“Ehhmm...iya, tadi ada jam tambahan jadi pulang agak telat.” Jawab Felish
dengan memberikan senyum mengembangnya.
“Oh iya, aku Rully. Kebetulan aku baru di Bandung untuk HomeScholling. Nama
kamu siapa ?” Tanya Pemuda bernama Rully sambil menyodorkan tangannya ke Ale.
“A..aa..Aku Alesya, panggilnya Ale aja..hehe..senang bisa kenal kamu, oh
iya hujannya udah reda aku pulang dulu ya, takut dicariin mama ntar. Bye!”
Rully hanya membalasnya dengan lambaian tangan dan senyumnya, ia yang
berniat mengantar Ale nampaknya masih canggung karena baru mengenal.
Pertemuan itu membuat Alesya tak berhenti tersenyum mengembang, bahkan
jantung yang semula diam akan berdebar saat menyebut nama “Rully” di hatinya.
Entah apa dirasa tak wajar ini, Ale pun merasakan baru pertama kalinya memiliki
rasa ini. Lain tempat lain waktu, dalam keadaan lain sosok Ale pun semakin
terngiang di dalam fikiran dan sanubari Rully, ia tak mampu mengartikan tentang
hati yang mulai tak karuan. Apa ini cinta ? Aku nggak pernah ngerasain ini
sebelumnya ? Apa mungkin ini Cinta Pandangan Pertama ? Ahh..... kata-kata
itulah yang kini mulai terbesit dikeduanya.
Tiba di Toko Buku itu lagi, pertemuan seminggu lalu terulang kembali.
“Alesya..khan ? Wah..kita ketemu lagi, gimana kabar kamu
?” ucap Rully dengan nada akrab.
“Iya, Rul. Baik kog. Alhamdulillah. Kamu gimana ? masih
HomeScholling juga ya ?” Tanya Alesya basa-basi.
“Ehhmm..Ya begitulah, oh iya kita ngobrol di danau aja
yuk biar lebih nyaman. Dan ada hal penting juga yang pengen aku ungkapin ke
kamu Sya.” Kata Rully, menggandeng tangan Alesya dan mengajaknya ke Danau
tempat favoritnya.
Didanau...
“Kamu mau ngomong apa Rul,?” Tanya Ale yang semenjak
pergi tadi jantungnya serasa ingin lepas karena degupannya yang teramat keras.
“Ehmm... Gimana ya ? aku susah juga ngomongnya Sya.
Ehhmm..Aku..”
“Ngomong aja Rully, kamu nggak papa?”
“A..kuu..A..ku.. Aku Sayang Kamu Sya!” kata Rully dengan
mempererat genggaman tangannya dengan Alesya.
“Hah ? Rully, jangan bercanda deh, yaa kita memang baru
kenal. Tapi aku juga tahu, kalo kamu sekarang pasti lagi bercanda khan ?” Pinta
Alesya dengan nada tak percaya, karena sosok yang didambanya mengungkapkan isi
hatinya.
“Aku serius Sya, aku sayang kamu. Dan aku mau kamulah yang terakhir
dihidupku. Kita memang baru 2 kali ini bertemu, tapi aku ngerasain hal yang
berbeda saat mengingatmu, Sya! Aku bener-bener Jatuh Cinta sama kamu.” Kalimat
panjang itu terungkap dari Rully, entah apa saja yang telah di ungkapkan, namun
itulah yang membuatnya lega sekarang.
“Sebenarnya, aku juga sayang sama kamu..tapi .... “ Pinta Alesya yang sedikit ada keraguan, entah
hal apa yang sedang ia sembunyikan.
“Tapi apa Sya ? kamu juga sayang khan sama aku ? makasihh...Alesya, aku
nggak mau kehilangan kamu.” Kata Rully yang entah mengapa dia serasa tak siap
untuk hidup tanpa Alesya disampingnya. Alesya hanya membalas ungkapan Rully
dengan senyuman manis dan anggukannya. Ia tersadar bahwa Rully adalah Cinta
pertamanya. Namun seketika itu juga air mata Alesya keluar perlahan. Ia tak
tahu apa yang ia rasakan, mungkin kah sebuah rahasia besar yang sedang ia
sembunyikan ?
3 bulan pertama hubungan mereka nampak harmonis dengan segala kasih sayang
yang ditumpahkan Rully kepada kesayangannya Alesya. Sikap saling melindungi,
dan percayalah benteng keduanya. hanya kebahagiaan diantaranya. Rully yang
selalu menghujani harian Ale dengan dentingan piano putih, dan suara Ale yang
merdu bersenada, menambah keserasian.
Namun, segalanya berubah seketika. Saat Alesya memutuskan untuk pergi.
Tanpa isyarat untuk Rully. Ale hanya meninggalkan secarik kertas yang
mengungkapkan dirinya akan pergi untuk berobat ke Singapura. Dan ternyata
Rahasia besarnya adalah tentang Penyakit Kanker Getah Bening yang mulai memakan
hidupnya, sampai pada akhirnya harus memutuskan hubungannya dengan Rully dan
pergi untuk berobat entah kapan ia kembali. “Jaga
dirimu baik-baik. Aku sayang kamu bee” hanya penggalan kalimat itulah yang
selalu terngiang difikirannya. Dan kini, Alesya menghilang bak ditelan bumi. 3
bulan yang indah itu tak akan pernah ia lupakan, tentang hujan, Toko Buku,
Senyumannya, dan Surat terakhir kali...terutama Cinta SMP yang terkesan
Monyetnya.
-SEKIAN-